Pelaku usaha asal Jawa Timur yakni PT. Shanyang Berkat Indonesia dan CV. Mekarsari sukses melakukan ekspor ke Australia untuk produk makanan olahan, bumbu masak dan rempah-rempah senilai USD 17 juta. Ekspor pelaku usaha ini sebagai wujud hasil memanfaatkan implementasi IA-CEPA. Melalui Implementasi IA-CEPA seluruh produk Indonesia yang masuk ke Pasar Australia mendapatkan tarif 0%.

Duta Besar LBBP RI untuk Australia merangkap Vanuatu, Siswo Pramono mengatakan keberadaan IA-CEPA sangat relevan untuk pemulihan ekonomi pasca pandemic covid-19. Melalui skema IA-CEPA, tantangan dan potensi hambatan teknis dagang diharapkan dapat diminimalisir oleh kedua negara untuk mendukung kelancaran pasokan barang yang menjadi kepentingan konsumen dan kalangan dunia usaha kedua negara.

“Konsep Economic Powerhouse dalam IA-CEPA ini diharapkan Indonesia dan Australia dapat berkolaborasi menghasilkan produk unggulan yang terintegrasi pasa global supply chain” kata Siswo saat kegiatan Pelepasan Ekspor Produk Indonesia ke Australia secara daring (17/12).

Dubes RI untuk Australia mengatakan pelepasan ekspor ini sangat relavan dalam mendorong UKM dalam implementasi IA-CEPA. Tercatat, nilai ekspor makanan olahan Indonesia ke Australia periode Januari – Juni 2021 sebesar USD 73 juta. Angka tersebut naik 12,64% dibanding periode sebelumnya. Nilai tersebut ditopang oleh produk seperti tuna olahan, pasta, biskuit, roti, dan sereal. Sedangkan nilai ekspor rempah periode Januari – Juni 2021 sebesar USD 1,6 juta dengan penopang utama dari produk kayu manis, pala, lada, dan cengkeh.

Duta Besar Australia di Jakarta Ibu Penny Williams dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pelaku usaha Indonesia yang telah berhasil masuk ke Australia. Diharapkan melalui skema IA-CEPA akan semakin banyak perusahaan dari Australia yang menemukan partner bisnis dengan pelaku usaha dari Indonesia.

Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan Heryono Hadi Prasetyo atau yang lebih akrab disapa Noly mewakili Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional mengatakan kegiatan pelepasan ekspor dari UKM Jawa Timur sejalan dengan arahan Bapak Presiden kepada Kementerian Perdagangan yaitu meningkatkan peran UMKM dalam kegiatan ekspor nonmigas. Kementerian Perdagangan akan terus memberikan fasilitasi dan meningkatkan kapasitas serta daya saing UMKM Indonesia melalui berbagai program, juga dengan berkolaborasi dan bersinergi dengan Kementerian/Lembaga, KBRI dan KJRI, BUMN, swasta, serta pemerintah daerah.

“Melalui kegiatan pelepasan ekspor ini kita melihat optimisme dan antusiasme dunia usaha Indonesia secara khusus UKM dari Indonesia untuk memanfaatkan implementasi IA-CEPA guna peningkatan ekspor Indonesia ke Australia,” kata Kepala PPEI. Hadir pada pelepasan ekspor ini yaitu Konsul Jenderal RI di Sydney Bapak Vedi Kurnia Buana, Atase Perdagangan di Canberra Agung Wicaksono, Direktur ITPC Sydney Ayu Siti Maryam, CEO Sony Trading Pty Ltd Bapak Antonius Auwyang, Direktur PT Shanyang Berkat Indonesia Ibu Susan dan Direktur CV Mekarsari Ibu Ida.